Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jadwal dan Rute Kapal Pelni KM Kelud Agustus hingga September 2022, Lengkap Harga Tiket

 

Mediaportalberita.com- Kapal Pelni KM Kelud berlayar dari Batam menuju Jakarta pada sore ini, 17 Agustus 2022 pukul 15:00 dan diperkirakan tiba 18 Agustus 2022 pukul 21:00.

Simak jadwal kapal Pelni KM Kelud Bulan Agustus dan September 2022 lengkap semua rute dan harga tiket.

Rute kapal Pelni KM Kelud pada Agustus dan September 2022 melayari Jakarta, Batam, Tanjung Balai Karimun, Medan, dan Kijang.


Batam-Kijang
Waktu Keberangkatan : 24 Agustus 2022 pukul 12:00
Waktu Tiba : 24 Agustus 2022 pukul 16:00
Harga Tiket Ekonomi : Rp49.000.

Kijang-Jakarta
Waktu Keberangkatan : 24 Agustus 2022 pukul 18:00
Waktu Tiba : 25 Agustus 2022 pukul 22:00
Harga Tiket Ekonomi : Rp326.000.

Jakarta-Batam
Waktu Keberangkatan : 26 Agustus 2022 pukul 23:59
Waktu Tiba : 28 Agustus 2022 pukul 06:00
Harga Tiket Ekonomi : Rp313.000.

Batam-Medan
Waktu Keberangkatan : 28 Agustus 2022 pukul 11:00
Waktu Tiba : 29 Agustus 2022 pukul 13:00
Harga Tiket Ekonomi : Rp220.000.

Medan-Batam
Waktu Keberangkatan : 30 Agustus 2022 pukul 10:00
Waktu Tiba : 31 Agustus 2022 pukul 12:00
Harga Tiket Ekonomi : Rp230.000.

Batam-Jakarta
Waktu Keberangkatan : 31 Agustus 2022 pukul 15:00
Waktu Tiba : 1 September 2022 pukul 21:00
Harga Tiket Ekonomi : Rp313.000.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta jajaran PT Pelni (Persero) terus meningkatkan kinerjanya dengan selalu konsisten melakukan perubahan atau transformasi.

“Terus lakukan perubahan dan pastikan apa yang dilakukan bisa ‘netes’ atau dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Menhub saat memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan PT Pelni Tahun 2022.

Menhub mengatakan, diberikan amanah oleh Presiden RI Joko Widodo untuk memastikan konektivitas laut terlaksana dengan baik.

Adapun, sejumlah tantangan yang harus dihadapi di sektor transportasi laut misalnya yaitu harus menjangkau daerah terpencil, disparitas harga, dan lain sebagainya.

“Di sinilah Pelni mendapatkan amanah dari pemerintah melalui penyediaan kapal perintis, tol laut, dan kegiatan lainnya yang harus dapat diandalkan,” ucap Menhub.

Sejumlah upaya transformasi yang harus dilakukan Pelni diantaranya yaitu: melakukan digitalisasi layanan, mengefisienkan operasional kapal, memetakan dan menyeleksi daerah-daerah yang memiliki potensi untuk dilayani, dan melakukan pengelolaan SDM Pelni yang berkarakter agile (lincah), memiliki kapasitas dan kompetensi, serta mau berubah menjadi lebih baik.

Ke depan, Menhub berharap kepada Pelni agar tidak hanya bergantung pada subsidi dari pemerintah, tetapi terus melakukan pengembangan usahanya.

“Subsidi mestinya hanya sementara. Ketika kita mampu melakukan kegiatan lebih baik, maka sudah bisa menjadi komersial,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menhub menyampaikan apresiasinya kepada Pelni yang selama ini telah membantu pemerintah memberikan pelayanan angkutan laut baik penumpang, maupun logistik hingga ke daerah-daerah terpencil.

“Lakukan tugas dengan sepenuh hati yang mampu memberi arti kepada masyarakat. Ke depan, kompetisi semakin ketat. Kalau Pelni tidak efisien satu saat akan ditinggalkan. Untuk itu, lakukan upaya transformasi dengan baik dan sungguh-sungguh,” kata Menhub.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. Pelni, Tri Andayani, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan pemerintah melalui Kemenhub, untuk melayani kebutuhan masyarakat akan transportasi laut.

Ia mengatakan sejak tahun 2018, penugasan yang diberikan kepada PT. Pelni, berupa Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi menunjukkan tren yang meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia tengah dan timur.

“Kepercayaan ini kami tunjukkan dengan kinerja produksi yang terus meningkat khususnya pada aktivitas muatan barang,” ujarnya.***